Pertemuan I
Tgl.05-02-2013
Tempat : Kampus E, Tan Ek Coan. Bogor.
Dosen Pengajar : D.M. Simanjuntak, MA, M.Pd.k, M.Pd
Materi Mencakup : Ontologi, Epistemologi, Aksiologi ilmu.
Pada Pertemuan Pertama ini Dosen menjelaskan Silabus Mata kuliah.
Kemudian menjelaskan tentang perbedaan agama dengan ilmu ditinjau dari epistemologi.
Epistemologi berasal dari kata "episteme" : pengetahuan, kebenaran.
Epistemilogi dalam agama bukanlah berdasarkan usaha manusia. tapi kebenaran diperoleh dari pewahyuan yang disampaikan kepada nabi. Kebenaran dimulai dari Allah yang disampaikan kepada manusia, kemudian dipercaya melalui iman.
Pada konsepnya ada tiga aliran yang berkembang, yaitu : Teis - agnostik (antara percaya dan tidak npercaya) - ateis.
Epistemologi agama dimulai dari percaya, kemudian penelitian. Dengan kata lain dimulai dari top-down. Namun epistemologi ilmu berdasarkan bottom-up.
Ada dua aliran filsafat yang berkembang :
1. RASIONALISME
Dimulai dari penjelasan tentang :
premis mayor . Contoh: Semua manusia akan mati.
premis minor. Contoh: Ulisaut adalah manusia.
Kesimpulan: Ulisaut akan mati.
Oleh sebab itu penganut aliran Rasionalisme mengadakan Remitologisasi. Yang artinya mitos-mitos yang tidak masuk akal dibuang saja. Ini adalah paradoks rasionalisme.
perbedaan manusia dengan binatang
Binatang punya pengetahuan, tapi hanya sebatas bertahan hidup untuk beradaptasi, tetapi manusia bukan untuk beradaptasi, tapi untuk mengubah lingkungannya. Manusia disebut berfikir secara melingkar. Ini membuat manusia disebut sebagai pengguna alat, yaitu bahasa sebagai alat untuk mentransfer ilmu.
Binatang sebenarnya punya bahasa, tetapi hanya sebatas bahasa isyarat. Misalnya untuk memberitahuakan daerah kekuasaannya, memberitahu kemarahan dan rasa senang. namun tidak cukup mampu untuk mentransfer pengetahuannya lewat bahasa. Tapi manusia memiliki bahasa untuk menyampaikan pengetahuannya. Manusia memiliki kebudayaan, melalui kebudayaan itu manusia memiliki ideologi, pandangan hidup, dll.
Dalam perkuliahan ini di jelaskan juga mengenai Taksonomi Maslow tentang teori kebutuhan.
contoh :
- kebutuhan fisiologis
- rasa aman
- ingin dicintai
- dihargai
- aktualisasi
2. EMPIRISME
Kebenaran dalam empirisme adalah panca indera. Yaitu penglihatannya, penciuman, rasa, dll.
Melalui penglihatannya ia mengetahui bahwa matahari terbit dari sebelah timur, dan tenggelam di sebelah barat. Ini adalah sebatas apa yang dilihatnya saja. Namun jika diteliti lebih mendalam, bahwa bumi-lah yang berputar, bukan matahari. Oleh sebab itu matahari tidak terbit.
Iman itu paradoks ketika dibandingkan dengan kehidupan nyata.
Misalnya: Allah itu baik, penuh kasih, dll. Tapi ketika pengalaman hidup melihat adanya orang-orang mati akibat berbagai bencana, mis. Tsunami, kebakaran, itu menjadi paradoks (bertentangan). Orang akan berkata dalam hati :"dimana Tuhan saat itu?".
Ilmu adalah logika dan emperical.
Yang dimaksud dengan filsafat adalah : Suatu dorongan untuk tahu. Ibu yang melahirkan ilmuan. Dimana filsafat juga masuk pada suatu kajian empirisme.
Ontologi : Berbicara tentang hal yang ada.
Aksiologi (aksioma) : berbicara tentang nilai.
Logis : adalah penarikan kesimpulan secara sahih.
Koherensi : Adanya keteguhan. Artinya pernyataan benar kalau sejalan dengan gagasan sebelumnya.
Ilmu sangat berkaitan dengan manusia. Ilmu adalah dinamis, karena manusia itu sendiri adalah dinamis, sehingga kebenaran itu dinamis.
Manusia adalah makhluk multidimensional, sehingga ilmu itu multidimensional. Manusia adalah satu-satunya makhluk yang mampu bertanya.
Semantik : Ilmu tentang makna.
menurut tata bahasa SPO, contoh:
Monyet membaca buku. Dari sisi gramatikal itu benar, tapi dari sisi semantik (pemaknaan) itu salah. Karena monyet tidak bisa membaca.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tinggalkan Komentar Anda!